Welcome To Official Website Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tebo - Jambi

Rakernas DPP LDII 2018

LDII Untuk Bangsa

Kesbangpol Prov. Jambi

Kerjasama Pemda Dengan Ormas Serta MOU dengan Ormas

Seremonial Permata CAI 2018

"Membangun Karakter Pemuda Yang Profesional, Religius, Berazaskan Pancasila Guna Memperkokoh Eksistensi Dibawah Naungan NKRI"

Pengajian Muda Mudi LDII - Bintibmas Polres Tebo

Sosialisasi Narkoba, Kenakalan Remaja dan Pemilu 2019

Wakil Ketua MPR RI : Halal Bi Halal Menjadi Wadah Untuk Saling Memaafkan dan Menjalin Silaturahim

Dalam sambutan silaturrahim syawal  DPP LDII yang digelar Selasa (18/6), Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengatakan bahwa LDII tidak berafiliasi dengan partai politik manapun sehingga bisa menyatukan semua pihak. Dia juga menceritakan awal mula sejarah halal-bihalal (Silaturrahim Syawal) yang dipelopori oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno, dan sekarang menjadi tradisi yang kita lakukan saat ini. Dahulu Soekarno bertanya pada ulama untuk menyatukan Indonesia, bagaimana kita menyatukan elit Indonesia. Sehingga tercetuslah silaturahmi atau halal bi halal dimana ulama-ulama dan para elit dikumpulkan menjalin sillaturahim. Disisi lain halal bi halal sekaligus menjadi wadah untuk saling memaafkan dan menjalin silaturahim di Indonesia (menyatukan Indonesia). (lines/P09) 

Silaturahim Syawal DPP LDII yang Menyatukan Elemen Bangsa

Jakarta (18/6). DPP LDII menggelar Silaturahim Syawal pada Selasa (18/6). Acara bertema “Merajut Keindahan Ukhuwah Melestarikan Jati Diri Bangsa” tersebu dihadiri para tokoh nasional dan partai politik.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam menegaskan silaturahim ini merupakan pertemuan anak bangsa untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa, untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

Tampak hadir dalam pertemuan itu Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, politisi PAN dan anggota DPR terpilih Lulung Lunggana dan Wa Ode Zaenah, Politisi PDIP Effendi Sianipar, Mindo Sianipar, perwakilan Kedubes Singapura dan Malaysia, Walubi, Ketua MUI DKI KH Munahar Muchtar, Ketua Yayasan Minhajurrosyidin Komjen (Pur) Nurfaizi, perwakilan Walubi, dan tokoh-tokoh lainnya.
“Forum ini menyatukan kami semua, bahwa LDII menunjukkan diri sebagai Ormas yang tak berafiliasi dengan parpol manapun. Sehingga PDIP bisa datang ke sini membaur dengan tokoh-tokoh Islam launnya. Di sini PAN, Golkar, PDIP bisa mewujudkan ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basariyah,” ujar Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah.

Basarah mengenang asal usul silaturahim Syawal yang kerap juga disebut halal bi halal.

Silaturahim syawal menurutnya mulai dilaksanakan pada 1948. Saat itu Indonesia dalam keadaan beroecah belah, para elit politik saling bertentangan. Bahkan ada pemberontakan DI/TII dan PKI. Lalu KH Wahab Chasbullah mengusulkan kepada Soekarno untuk mempertemukan para tokoh politik dalam suasana Idul Fitri, “Usul itu dilontarkan Kyai Chasbullah pada pertengahan Ramadan,” ujar Basarah.

Bung Karno saat itu menanyakan, Silaturahim Syawal itu dinamakan apa? Lalu Kyai Wahab lalu menyarankan dipakai istilah ‘halalbihalal’ dan Soekarno menyetujuinya. Sang Proklamator lalu mengundang semua tokoh politik ke Istana Negara untuk menghadiri silaturahmi bertajuk ‘Halal bi halal’. Inilah yang kemudian disebut halal bi halal, “Yang di luar negeri disebut opeh house, sebagaimana menjadi tradisi umat Islam di Singapura,” ujar Basarah.

Basarah juga mengingatkan, agar tak ada lagi perpecahan di kalangan nasionalis dan umat Islam, “Lahirnya Piagam Jakarta dalam sidang-sidang BPUPKI, atas prakarsa Bung Karno. Ia menyadari peran umat Islam dalam merebut kemerdekaan,” ujar basarah.

Namun Bung Hatta melihat negara ini dibangun di atas berbagai agama dan golongan, ia melobi para ulama yang tergabung dalam BPUPKI, akhirnya disepakati Piagam Jakarta diubah menjadi kalimat Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujar Basarah. Lobi Bung Hatta dalam masalah yang sensitif itu hanya dalam sekian jam bukan bertahun-tahun, begitu ujar Basarah mengagumi Bung Hatta.

Dalam kesempatan tersebut Ketua DPP LDII Chriswanto Santoso menanggapi kekaguman Basarah terhadap LDII, dengan mengatakan kehadiran para tokoh nasional dan para anggota DPR dari berbagai partai, karena LDII mengedepankan prinsip keterwakilan bukan keterpilihan.

“Seseorang bisa terpilih menjadi anggota DPR bisa karena uangnya banyak, sehingga terpilih namun ia belum tentu mewakili rakyat,” ujar Chriswanto. Dengan demikian, menurut Chriswanto, LDII selalu bisa bekerja sama dengan anggota DPR dari berbagai fraksi yang memiliki keterwakilan.

Dengan bersatunya seluruh komponen bangsa, DPP LDII menurut Chriswanto, berharap sebagai modal pembangunan. (lines/P09)

DPD LDII Tebo Wilayah Barat Gelar Sholat Idul Fitri 1440 H

Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kabupaten Tebo menggelar Sholat Idul Fitri 1440 H, bertempat di Halaman Masjid Roudhotul Jannah, Jalan Garuda 2 Desa Sapta Mulya, Rabu (5/6).

Pelaksanaan Sholat idul fitri ini di hadiri ratusan Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia dari 4 PAC yang terletak di wilayah barat, diantaranya PAC LDII Desa Sapta Mulya, Desa Rimbo Mulyo, Desa Suka Maju, dan Desa Suka Damai. 
Adapun sebagai Imam Sholat dan Khotib Ustadz Surono serta dilanjutkan nasehat dan arahan dari Ketua DPD LDII Kabupaten Tebo Mardi Martha. Dalam nasehatnya Mardi Martha mengajak kepada seluruh warga LDII dalam momen idul fitri kali ini untuk bersilaturahim kepada keluarga dan masyarakat ditempat tinggalnya. 

Alhamdulillah dari awal sampai berahirnya acara berjalan sukses aman selamat lancar dan barokah. (P09) 

Warga PAC LDII Desa Sari Mulya Gelar Sholat Idul Fitri 1440 H

Bertempat di lapangan SMP Negeri 22 Desa Sari Mulya ratusan warga LDII menjalankan ibadah sholat id berjamaah dengan antusiasme tinggi. Dipimpin sebagai imam dan khotib adalah Ustadz Tukiman acara berlangsung khidmat.

Setelah khotbah selesai dilanjutkan nasehat dari Dewan Penasehat DPD LDII H. Sularno yang berisikan kegiatan yang berkaitan 5 Sukses Ramadhan yaitu :

1.Sukses Puasa 
2.Sukses Sholat Tarawih 
3.Sukses Baca Al quran 
4.Sukses Lailatul qadar
5.Sukses Zakat Fitri

"Jangan sampai 5 hal tersebut diatas hanya menjadi slogan, tetapi betul-betul dilaksanakan dengan sakPol kemampuan masing-masing" tegas H. Sularno. 

"Dan juga setelah ramadhan ini ada amalan yang sangat Pol yaitu puasa 6 hari selama bulan syawal, diupayakan semua jamaah dapat menjalankan ibadah tersebut mumpung masih diberikan umur yang barokah", lanjut H. Sularno. 
Usai sholat id, untuk mempererat Ukhuwah Islamiah warga LDII di himbau untuk menjalin silaturahmi kepada keluarga dan antar sesama warga setempat. (P09) 

Lebih Dari 200 Warga LDII Tebo Wilayah Tengah Hadiri Sholat Idul Fitri 1440 H

Sholat Id DPD LDII Kabupaten Tebo di gelar di halaman yayasan Anfa'unnas dengan sukses dan lancar. Rabu (5/6) pagi yang sedikit mendung tidak mengurangi kesemangatan jamaah untuk mengikuti sholat id. 
Sebagai imam dan khotib adalah Ustadz Muhammad Mukhsin Al-Aziz dari PAC LDII Desa Purwoharjo serta dilanjutkan nasehat oleh Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Tebo Sutikno Candra Kelana. 

Setelah selesai para jamaah bersilaturahim memanfaatkan waktu pertemuan khususnya jamaah yang jarak tempat tinggalnya jauh. (P09)

Pencarian